Menikam “Ulul Albab”
(Memaknai kembali Diskursus Hima Persis)[1]
(Memaknai kembali Diskursus Hima Persis)[1]
Fadjar Goemelar[2]
Pendahuluan
Belakangan ini perhatian saya sebagai mahasiswa terpusat pada usaha usaha kontemplasi dalam memaknai gerakan kemahasiswaan sebagai sebuah keniscayaan. Hal tersebut menunjukan besarnya hasrat akan interpretasi yang lebih imajinatif tentang hakikat dari urgensi pergerakan mahasiswa itu sendiri. adalah Hima Persis, organisasi kemahasiswaan yang sejak 1996 telah bergulat dengan realitas, segmentasi khas Persis mewarnai sepak terjang jami’yyah ini. Dengan mengusung term “Ulul Albab”[3] Hima Persis mengikrarkan eksistensinya, sebagai klaim atas cita cita luhur yang di formulasikan sebagai ideologi bersama.


