Jumat, 02 November 2012

MAKNA PROGRESIFITAS BAGI HIMA PERSIS


Oleh: Jajang Hidayatullah*

Dalam kamus ilmiah, Progresif diartikan ‘berhasrat maju; selalu (lebih) maju, meningkat’ (Agus tin, 2001:434). Progresif bagi kehidupan saat ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, apalagi bagi ‘organisasi kader’ seperti Hima Persis. Karena kalau kita tidak berubah atau sama sekali tidak berkeinginan untuk maju, konsek-wensinya  kita akan dianggap seperti fosil dinosaurus yang telah mati.
Tentunya progresifitas yang dimaksud mempunyai pengertian yang utuh dan sesungguhnya. Mental membangun atau progresifitas tidak diartikan pada pemahaman kearah perkara yang bersifat fisik, atau malah terjebak pada istilah    modernitas,    sehingga pengertiannya menjadi sempit karena berkubang pada hal yang bersifat kasat mata saja. Perlu diingat bahwa Kejayaan fisik suatu peradaban sangat melenakan. seringkali kejayaan itu diadopsi dari peradaban Barat yang sekuler, tak ayal kecanggihan teknologi dan pengetahuan yang berkembang di Barat pun me-maksa kita sebagai umat Islam harus silau dan pasrah berkiblat buta ke Barat. Perlu juga disampaikan disini, bahwa Modernisasi—‘simbol kemajuan’— yang diajarkan Barat acap kali senyawa dengan sekulerisasi. Padahal sekulerisasi bukanlah syarat mutlak kemodernan dan kemajuan. Masyarakat tidak mesti menjadi sekuler untuk menjadi modern.

Jumat, 26 Oktober 2012

MUSYDA V HIMA PERSIS GARUT


MUQODDIMAH

Bismillah!
Salam Mahasiswa! Salam Perjuangan! Salam Ulul Albab!

Hima Persis Garut telah memasuki usia kelima. Perjalanan dakwah panjang di bidang pendidikan, sosial dan politik menjadi konsen pergerakan para mujahid di dalamnya. Kini, saatnya proses regenerasi berjalan melalui Musyda V Hima Persis Garut ini.
Selama satu tahun perjalanan masa jihad tasykil 2011-2012, Hima Persis Garut telah melahirkan sebuah paradigma dakwah penting dalam tubuh mahasiswa di Garut. Sikap independen dan berani dalam menentukan sikap di masyarakat merupakan satu prestasi penting. Di tengah-tengah sikap apatis dan pragmatis mahasiswa dan organisasi mahasiswa di Garut, Hima Persis Garut tidak terjebak pada pusaran arus itu.

Rabu, 24 Oktober 2012

Menikam "Ulul Albab"


Menikam “Ulul Albab”
(Memaknai kembali Diskursus Hima Persis)[1]
Fadjar Goemelar[2]
Pendahuluan
            Belakangan ini perhatian saya sebagai mahasiswa terpusat pada usaha usaha kontemplasi dalam memaknai gerakan kemahasiswaan sebagai sebuah keniscayaan. Hal tersebut menunjukan besarnya hasrat akan interpretasi yang lebih imajinatif tentang hakikat dari urgensi pergerakan mahasiswa itu sendiri. adalah Hima Persis, organisasi kemahasiswaan yang sejak 1996 telah bergulat dengan realitas, segmentasi khas Persis mewarnai sepak terjang jami’yyah ini. Dengan mengusung term “Ulul Albab”[3] Hima Persis mengikrarkan eksistensinya, sebagai klaim atas cita cita luhur yang di formulasikan sebagai ideologi bersama.

KABAH VI HIMA PERSIS GARUT

BESARLAH BERSAMA HIMA PERSIS

Ikuti KABAH (Kaderisasi Anggota Baru Hima Persis) Garut