Selasa, 26 Mei 2015

Aksi Mengutuk Korupsi





KORUPSI di Indonesia sudah membudaya, dan juga telah menjadi penyakit kronis yang sulit untuk di sembuhkan, korupsi di indonesia sudah menjadi sebuah sistem yang menyatu dengan penyelenggaraan pemeritahan. Lemahnya di sektor pengawasan menjadi faktor utama terjadinya tindakan korupsi. Dari gejala juga praktiknya, korupsi telah membentuk dirinya menjadi mega structure sehingga begitu sulit dimusnahkan, apalagi beririsan dengan kekuasaan politik yang bisa merampok uang rakyat triliunan rupiah. 
         Korupsi menjadi endemik, jangkauan pengidapnya semakin banyak dan setiap tahunya tindakan korupsi terus meningkat jumlahnya, meski sempat mengalami penurunan korupsi, namun tahun 2013-2014 korupsi meningkat menjadi 560 kasus dari sebelumnya, tahun 2010-2012 sebanyak 448 kasus, melibatkan 1157 tersangka menjadi 1271. Data yang dirilis ICW mengindikasikan bahwa pada tahun 2014 korupsi bisa saja meningkat karena pada semester pertama saja sudah terdapat 308 kasus korupsi. 
       Meluasnya korupsi tentu melibatkan semakin banyak pelakunya baik pejabat pemerintah maupun swasta. Di Indonesia, beberapa lembaga survey selalu menyebutkan beberapa nama instansi yang paling banyak melakukan korupsi, 5 di antaranya adalah kepolisian, kejaksaan, kehakiman, DPR/DPRD, pemerintahan daerah.Corruption Perceptions Index bisa dibilang sebagai data peringkat tingkat korupsi negara-negara di dunia. Data ini dikeluarkan oleh Transparency International tiap tahun dari total 175 negara. Nilai yang dikeluarkan merupakan angka dari 0 (paling korup) hingga 100 (paling bersih dari korupsi).
      Lembaga ini telah menerbitkan Indek Persepsi Korupsi (Corruption Percetions Index – CPI) sejak tahun 1995. Di tahun 1995 tersebut, peringkat Indonesia adalah di nomer terakhir dari 41 negara. Di tahun 2013 lalu, Index Korupsi di Indonesia ada di posisi 114 dengan nilai 32. Nah, di tahun 2014 ini, Index Korupsi Indonesia sedikit membaik menjadi posisi 107 bersama dengan negara Argentina dan Djibouti. Nilainya 34 atau naik 2 poin dibandingkan tahun 2013.
Memperingati hari anti korupsi ini, kami menuntut agar:
1.      tangkap,adili dan penjarakan koruptor.
2.      Sita dan miskinkan koruptor.
3.      Usut kasus korupsi yang belum terselesaikan KPK.
4.      Bersama rakyat, kontrol kekuasaan dengan mobilisasi politik.
Demikian statement kami mengenai persoalan korupsi, salam Ulul Albab! Terimakasih

Garut, 9 Desember 2014

Senin, 25 Mei 2015

Buletin E-Book RADIKAL, "Buletin E-Book Mahasiswa Mencerdaskan, Menggugah, dan Menentramkan Umat".

DOWNLOAD DISINI... Klik link dibawah (gambar) cover...




Madrasah Siyasah Mensucikan diri dari Korupsi




Untuk memahami iklim politik di tatar Garut dewasa ini, kebutuhan masyarakat dan kepentingan kaum intelektual untuk mengkaji dan memahami terma "Politik Bersih" mengilhami Hima Persis Garut mengadakan acara yang bertajuk,"Madrasah Siyasah" yang bertemakan," Mahasiswa Peduli, Garut Berprestasi Tanpa Korupsi" yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Mei 2015 bertempat di Gedung Pimpinan Daerah PERSIS Garut menghadirkan ; Anggota DPRD Kabupaten Garut, Anggota DPR-RI, Praktisi Birokrat, dan Pengamat Anggaran. Ayo bergabung bersama kami! 

  

Senin, 05 November 2012

Merajut Tatanan Intelektual HIMA Persis menuju Peradaban Ulul Albab (Sebuah Pengantar Menumbuhkan kesadaran Urgensi Tradisi Intelektual Islam dikalangan kader HIMA Persis )

Oleh: Dilan Imam Adilan (Ketua PK Hima Persis STAI Persis Garut)

A. Pendahuluan
Ciri khusus kebangkitan Islam kontemporer adalah tidak sekedar bermodalkan semangat, ungkapan verbal, dan slogan, melainkan komitmen terhadap Islam[1] dan adab-adabnya, bahkan sunnah-sunnahnya. Seperti kita saksikan dikalangan kaum elite terpelajar mahasiswa contohnya menjamurnya majelis-majelis ilmu di pelataran masjid di perguruan tinggi (yang berkembang pesat di era 2000-an dengan istilah Halaqah) biasanya di prakarsai oleh DKM masjid contohnya :DKM masjid Salman ITB menjadi sebuah desain corak tersendiri munculnya halaqah-halaqah mahasiswa yang menjadi tonggak lahirnya tradisi Intelektual Islam di universitas-universitas, selain itu lewat halaqah ini bangkitlah semangat untuk mempelajari Islam dan konsumsi terhadap literatur keislamanpun semakin banyak membludak.